Vaksinasi Adalah Ikhtiar Dalam Kesabaran

Masjid Ar-Rayyan Kementerian BUMN

Mari meningkatkan iman dan takwa kepada Allah SWT, mensyukuri setiap nikmat-Nya, serta menyadari dari mana kita berasal dan akan kembali, sehingga mendorong kita lebih mendekatkan diri kepada Pengendali Alam Semesta yang bisa membuat kita kaya atau jelata, yaitu Alah SWT. Manusia hanya melakoni apa yang dikehendaki Allah SWT.

Ketika Pemerintah saat ini mewajibkan vaksinasi, hal ini merupakan ikhtiar mulia yang dilakukan untuk memberikan perlindungan secara medis kepada seluruh warganya. Vaksinasi yang diberikan secara gratis harus disyukuri. Ini semua merupakan karunia besar dan optimisme bahwa wabah akan berakhir dengan ikhtiar menerapkan protokol kesehatan, menjaga diri sendiri, menjaga keadaan sehingga tidak memungkinan terkena penyakit, disertai doa agar kita terhidar dari penyakit.

Ikhtiar diperintahkan Allah SWT bagi hamba-hamba yang terbaik. Hamba Allah SWT yang level keimanannya sudah sangat tinggi, termasuk imannya para Malaikat, serta 70 ribu golongan orang-orang yang akan masuk Surga Allah SWT yaitu orang-orang yang tidak perlu minta diobati, kecuali hanya meminta kepada Allah SWT. Itulah imannya para Nabi.

Level keimanan kita tidak mungkin sampai kepada level keimanan para Nabi. Oleh karena itu orang-orang biasa seperti kita harus ikhtiar dengan bersabar. Bersabar bukan sekedar menerima. Islam ‘nrimo’ sangat pasif, begitu pula pengertian sabar dalam bahasa Indonesia. Sabar harus diartikan sebagai mengokohkan mental menghadapi masalah dan menyadari bahwa semua masalah datang dari Allah SWT, begitu pula rizki. Dengan demikian Allah SWT memberikan kemampuan kita untuk keluar dari masalah. Allah SWT tidak akan membebani seseorang, selama orang tersebut belum mampu menyelesaikan masalah mereka.

Meskipun demikian, ada pula orang yang diberikan musibah Allah SWT sebagai hukuman kepadanya. Namun, selama seseorang menjaga komitmen keimanannya dengan Allah SWT, maka musibah akan diberikan sesuai dengan kemampuanya. Dengan sabar, orang berfikir keras untuk keluar dari kesulitan. Usaha merupakan kesabaran. Ikhtiar merupakan bagian dari kesabaran. Ketika seseorang sakit, maka pergi ke dokter merupakan ikhtiar yang termasuk bagian dari sabar.

Orang yang tidak sabar, tidak menyadari adanya kehendak Allah SWT. Mereka selalu mengeluh dan mengungkapkan kesulitan kepada siapapun, bahkan kepada manusia lainnya yang tidak bisa memberikan solusi. Marilah kita meyakini dan berserah diri bahwa keputusan Allah SWT merupakan hal terbaik dan berdoa agar diberikan pahala berlipat, kesabaran dan Allah SWT menggantikan musibah yang kita alami dengan sesuatu hal yang lebih baik.

Ummu Salamah pernah hancur hatinya karena suaminya wafat. Kehilangan seseorang yang dicintai bukan hal yang mudah dihadapi. Namun ingatlah bahwa Rasulullah SAW mengajarkan doa kepada kita agar kita bersabar, sehingga Allah SWT menggantinya dengan hal yang lebih baik. Dengan hati yang ikhlas, Ummu Salamah pun mengucapkan doa yang diajarkan oleh Rasullullah SAW. Maka Allah SWT memerintahkan Rasullullah SAW untuk melamar Ummu Salamah dan menjadikannya sebagai Istri Rasullullah SAW. Ketika Ummu Salamah pasrah dan meminta ganti yang lebih baik, Allah SAW pun menggantinya dengan Rasullullah SAW, manusia terbaik.

Kesabaran memiliki makna positif. Oleh karena itu, seorang mukmin keasannya semuanya baik.

Sungguh menakjubkan urusan seorang Mukmin. Bahkan Rasulullah SAW pun bersabda, Sungguh semua urusannya adalah baik, dan yang demikian itu tidak dimiliki oleh siapa pun kecuali oleh orang Mukmin, yaitu jika ia mendapatkan kegembiraan ia bersyukur dan itu suatu kebaikan baginya. Dan jika ia mendapat kesusahan, ia bersabar dan itu pun suatu kebaikan baginya.

Vaksinasi merupakan bagian dari ikhtiar dan harus kita dukung. Kalau ada yang belum jelas mengenai vaksin, silahkan ditanyakan. Namun ikhtiar ini adalah jalan terbaik saat ini. Doakan para pemimpin kita semoga langkah yang dilakukan saat ini menjadikan kehidupan kita semakin baik. Khusnudzon kepada pemimpin, artinya kita berada di koridor Rasullullah SAW dan Allah SWT. Taatlah kepada pemimpin meskipun pemimpin kamu adalah seorang budak. Tugas seorang muslim adalah taat kepada pemimpin dan tidak mencaci makinya. Biarkan Allah SWT yang menentukan hisab bagi pemimpin yang dzalim.

Semoga Allah SWT membuka kemudahan bagi pemimpin kita sehingga kita bisa hidup dengan tenang, dan Allah SWT menjauhkan pandemi saat ini dari Negara kita ini, sehingga negara kita menjadi negara yang baldatun toyyibun ghafur.

Khutbah Jumat Masjid Ar-Rayyan Kementerian BUMN, 26 Februari 2021.

Bersholawat 10 Kali Ketika Subuh dan 10 Kali Ketika Maghrib

Segala puji syukur hanya kepada Allah SWT atas segala nikmat di dunia ini tanpa dipilih-pilih, udara segar, ibadah dan lain sebagainya. Semoga kita selalu istikomah dalam beribadah menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-Nya.

Sesunguhnya Allah SWT bersama dengan Malaikat, bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Orang yang beriman hanya semata-mata karena Allah, bersholawatkah kepada Nabi Muhammad SAW karena Allah SWT dan Malaikat pun bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW. Allah SWT mengajak kita untuk bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Oleh karena itu, mari kita memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad SAW minimal sebanyak 3 kali dalam satu hari. Allah SWT akan memberikan ampunan atas dosa-dosa orang-orang yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW pernah didatangi 4 Malaikat. Dalam kesempatan tersebut, setiap Malaikat menyampaikan apa yang akan mereka lakukan terhadap orang-orang yang bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 10 kali disaat Maghrib dan 10 kali ketika Subuh.

Pertama, Malaikat Jibril menginfokan bahwa senang sekali menjadi umat Nabi Muhammad SAW karena jika pada saat Subuh mengucapkan sholawat kepada Nabi Muhammad SAW sebanyak 10 kali dan dilanjutkan bersholawat ketika maghrib sebanyak 10 kali dan menjalankan sholat 5 waktu, maka ketika mereka akan menyeberangi jembatan Sirotol Mistakim, sebelum mereka selesai berkedip, mereka sudah dijemput malaikat Jibril dan langsung dibawa ke gerbangg pintu Surga Allah SWT.

Kedua, Malaikat Mikail, menyampaikan bahwa ketika manusia berada di Padang Mahsyar, mereka akan merasa kehausan. Namun Malaikat Mikail akan memberikan minum kepada manusia yang selama di dunia bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW.

Ketiga, Malaikat Izrofil. Ketika seluruh manusia berada di Padang Mahstar nanti, Malaikat Izrofil akan bersujud kepada Allah SWT jika seluruh umat Nabi Muhammad SAS yang selalu bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW belum seluruhnya diampuni Allah SWT.

Ketiga, Malaikat Izroil, umat Nabi Muhammad SAW yang selalu bersholawat kepada Nabi Muhammad SAW, maka saat dia akan menghembuskan nafas terakhirnya, Malaikat Izroil akan mencabut nyawanya dengan lembut. Malaikat Izroil mencabut nyawanya seperti menarik rambut panjang dari tepung yang bagus.

Setiap orang yang meninggal akan hidup kembali dan menikmati hasil dari kehidupan mereka di dunia yang seluruhnya telah disiapkan Allah SWT.

Semoga Allah selalu melindungi kita semua dan kita senantiasa diberikan kesehatan.

(Khutbah Jumat Masjid Jamiush Shalih, Cempaka Putih, 19 Februari 2021)

Mampir di Pulau Dunia

Kaum muslimin, renungan singkat kali ini kita pedomani Al Qur’an Surat Al-Qasas Ayat 77 yang artinya, Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik, kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan.

Ulama besar Buya Hamka mengingatkan kehidupan kita di dunia ini seperti orang yang berlayar di samudera luas menuju sebuah Pulau. Namun, kapal ini mampir ke Pulau lain untuk sementara waktu. Ketika sampai ke Pulau sementara tersebut, Penumpang ada yang langsung turun dan ada yang sadar dan tahu bahwa Pulau itu bukan tujuan akhir mereka sehingga setelah mereka melihat Pulau tersebut, mereka langsung kembali ke kapal. Kelompok penumpang yang terpengaruh dan terpesona dengan keindahan pulau tersebut merasa masa bodoh dan mengabaikan sirine kapal yang dibunyikan oleh nahkoda sebagai tanda bahwa kapal akan meninggalkan Pulau tersebut. Akhirnya mereka yang abai, ditinggalkan di pulau tersebut.

Mampirnya kita di dunia ini (pulau sementara) sangat bervariatif. Ada yang mampir selama 5 tahun, ada yang 30 tahun, ada juga yang 60-70 tahun baru meninggal dunia. Seberapa lamanya kita di dunia ini, namanya hanya mampir saja.

Namun demikian, kehidupan kita di dunia ini sangat menentukan kehidupan kita nanti di akhirat. Apapun yang kita lakukan di dunia ini akan menjadikan sukses kita di akhirat. Tidak satupun orang kaya yang membawa harta mereka ke kuburnya. Kecuali harta mereka disalurkan untuk zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Jika kita sehat, mita bisa beribadah secara maksimal dan mencari nafkah untuk keluarga. Semoga Allah SWT memberikan kesehatan, kecukupan dan kesuksesan di dunia dan akhirat.

Khutbah Jumat Masjid Jamiush Shalih Jakarta Pusat, 12 Februari 2021.

Maulid Nabi : Iblis mengajarkan dua ilmu ini kepada Umar

Pada zaman dahulu, derajat para perempuan tidak ada harganya. Namun dengan datangnya Rasulullah SAW, derajat perempuan diangkat. Bahkan surga ada di telapak kaki Ibu. Tetapi, hanya sedikit saja perempuan yang akan masuk surga. Nabi Muhammad SAW berpesan kepada istrinya, wahai Aisyah, buatlah hijab antara dirimu dan api neraka.

Dengan diangkatnya derajat perempuan karena datangnya Rasulullah SAW, oleh karena itu para perempuan wajar memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Jangan lupa, selalu ikuti ajaran Nabi Muhammad SAW jika kita ingin selamat sampai ke surga Allah SWT. Hidup bukan untuk hura-hura. Ingat, tidak diciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah Allah SWT.

Ketika Umar bertemu dengan Iblis, Umar langsung mengambil pedang dan hendak membunuh Iblis. Iblis pun sangat takut dengan Umar dan memohon agar tidak dibunuh oleh Umar. Agar tidak dibunuh, Iblis menggantinya dengan 2 ilmu kepada Umar.

Pertama Iblis mengatakan agar manusia jangan ada sifat sombong. Karena sombong adalah sifat Iblis. Seluas langit dan bumi, tidak ada satu jengkal pun tempat yang tidak ada jejak/tanda sujudnya Iblis kepada Alah SWT. Artinya, Iblis adalah ahli ibadah, bahkan menjadi gurunya para malaikat. Namun, sayang sekali Iblis memiliki sifat yang sangat sombong.

Manusia hanya diberikan otak sebesar 50% dan sisanya 50% lainnya berada di temannya. Oleh karena itu, kalau ingin merasakan ketenangan di dunia dan selamat di akhirat, carilah teman orang-orang yang shaleh. Dan ketenangan akan diperoleh di majelis taklim, ketika bedzikir. Semua pikiran kita, terutama pikiran yang membuat stress, semuanya hilang ketika kita berada di majelis taklim.

Jamaah Majelis Taklim Hidayatusalikin, melalui sholawat yang dilantunkan dengan rebana yang Kita dengarkan, merupakan cara mengajak orang untuk beriman. Karena mengajak orang untuk beriman tidak hanya dilakukan dengan dakwah. Bahkan, saudara perempuan persusuan Nabi Muhammad SAW berjihad dengan memuji Allah SWT dan Rasulullah SAW dengan suaranya yang merdu, sampai-sampai satu negeri beriman kepada Allah SWT karena lantunan ayat suci dan shalawat yang ia lantunkan. Bahkan suaminya pun masuk islam karena istrinya rajin bersholawat. Tidak hanya itu, bahkan jin pun senang bersholawat dan mengucapkan kalimat syahadad. Oleh karena itu, sudah selayaknya kita manusia pun selalu melantunka sholawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW.

Tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali Allah SWT. Oleh karena itu jangan sampai kita sombong. Dunia ini bakal kiamat dan tidak akan ada yang bisa menolong. Mengetahui hal itu, berduyun-duyun orang masuk agama islam, dan bersyukurlah ketika kita sudah masuk Islam.

Kedua, Iblis mengajarkan Umar supaya manusia menjauhi sifat munafik. Tanda orang beriman ada enam, akan tetapi tanda orang munafik ada tiga belas. Maka berhati-hatilah, jangan sampai kita termasuk dan mengikuti orang-orang munafik.

Kualitas keislaman seseorang terbagi menjadi tiga kategori. Pertama, Islam pedati. Artinya, kalau tidak ada orang yang mengajak, maka selama itu pula dia tidak ikut mengaji. Kalau mau mengaji harus di ‘pecut’ dulu. Kedua, Islam merpati. Mereka nongol mengaji ketika ada makanan. Kalau tidak ada sajian makanan atau makanannya sedikit, mereka tidak mau datang mengaji. Maunya mengaji kalau ada makanannya saja. Ketiga, Islam sejati. Yaitu, semangat berasal dari dalam jiwanya sendiri. Acara maulid Nabi, adalah kesempatan untuk menguji kualitas islam kita.

Ketika kita melaksanakan maulid Nabi, siapa bilang Nabi Muhammad SAW tidak tahu apa yang kita lakukan saat ini? Selama kita ikhlas dan bertawasul kepada Allah SWT, insyaallah Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT membantu apapun yang sedang menghadang kita.

Mari kita mengangkat tangan dan berdoa kepada Allah SWT semoga kita dikumpulkan di surga Allah SWT bersama Rasulullah SAW.

Visit : Young Party

Tiga Sifat Dunia

Segala puji kita haturkan kepada Allah atas usia, kesehatan, melembutkan hati, meringankan langkah kita ke masjid, dan semoga Sholat Jumat kali ini menjadi Sholat Jumat terbaik dalam hidup kita dan setiap gerakan kita menjadi kebaikan bagi Allah. Jika Sholat Jumat ini hanya sekedar duduk, diam, bahkan tertidur, maka usaha kita belum maksimal. Indikator maksimalnya ibadah Sholat Jumat kita yaitu, terdapat perubahan Iman dan takwa kita setelah Sholat Jumat. Siapa yang punya keyakinan pekan depan kita masih bisa merasakan hari Jumat kembali? Semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik.

Banyak manusia yang menjalani kehidupan dunia dengan kondisi tidak bahagia, frustasi, stress, dan gelisah. Dari sekian banyak faktor, mereka belum paham tentang bagaimana sifat kehidupan dunia yang harus dipahami setiap hamba yang hidup di dunia.

Pertama, dunia ini waktunya singkat, padat, cepat. Rasanya baru kemarin kita ramadhan, tidak terasa empat puluh hari lagi kita (insyaallah) akan menggadapi ramadhan lagi. Baru kemarin rasanya baru menikah, rasanya baru kemarin kita masuk bekerja, dan lain sebagainya.

Setiap manusia pasti berjumpa dengan kematian. Apapun profesi kita, jabatan kita, dan kondisi kita, kita semua pasti akan wafat. Sementara itu, semua orang di dunia ini, berpacu dengan waktu yang begitu cepat. Oleh karena itu, orang yang paham tentang sifat kehidupan di dunia, pasti dia akan mengoptimalkan waktu yang dimilikinya. Bahkan, Allah bersumpah dengan waktu. Mengapa? Karena Allah mengingatkan kita bahwa hidup kita adalah singkat. Yang bekerja, usaha, bisnis, harus punya target. Target apa? Target akhirat. Setiap waktu yang kita miliki, kita gunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah. Siapapun yang saat ini fokus kepada dunia, maka bersiaplah dipermainkan oleh dunia. Barang siapa ketika mulai bangun tidur, dan yang dipikirkan adalah dunia, maka dia akan lelah dibuatnya. Silahkan mengejar dunia, namun orientasinya adalah akhirat. Manfaatkan dunia ini untuk bisa mendekatkan diri kepada Allah.

Kedua, dunia ini seperi bayangan. Semakin kita lari mengejarnya, maka kita akan lelah dibuatnya. Maka, berbaliklah lari melawan arah bayangan tersebut. Ketika kita menginginkan harta melimpah, maka mintalah kepada Allah supaya kita bisa berzakat lebih besar. Mintalah kepada Allah supaya kita bisa menyumbang lebih banyak kepada umat manusia. Niscaya harta kita akan melimpah. Optimalkan dunia ini sebagai jalan kita menuju kebahagiaan di akhirat.

Ketiga, dunia ini adalah tempat musibah/ujian. Baru-baru ini kita diuji dengan wabah virus, karena dunia ini memang tempatnya wabah. Oleh karena itu, kita tidak perlu takut dan tidak perlu panik. Ingat, setiap orang pasti akan mati. Orang yang beriman tidak takut mati. Orang beriman, justru mempersiapkan hal terbaik untuk kematiannya. Tugas kita yaitu, hanya sabar menghadapi ujian dengan ikhtiar, yaitu dengan menjalankan arahan dan upaya Pemerintah (dhi. Menteri Kesehatan) dan kembalikanlah semuanya kepada Allah. Setiap penyakit pasti ada obatnya. Dan obat yang paling bagus di dunia ini adalah berdzikir kepada Allah. Berdoalah kepada Allah. Sesungguhnya kita berlindung dari penyakit hanya kepada Allah. Serahkan semuanya kepada Allah.

Jangan kaget, setelah virus yang melanda saat ini dapat dilakui, pasti akan ada musibah yang lain. Kalau tidak mau ada musibah, ya jangan tinggal di dunia. Dengan musibah, semakin kita dekat dengan Allah dan kualitas manusia akan semakin kuat. Allah memberikan ujian kepada kita semua, untuk menilai siapa yang paling hebat dalam menghadapi dunia. Allah tidak akan menurunkan musibah, jika kita tidak mampu menghadapinya. Jika dengan virus, longsor, tsunami, tidak bisa mendekatkan diri kiya dengan Allah, mau musibah seperti apa lagi, agar kita lebih dekat dengan Allah?

Hidup kita di dunia ini, hanya menunggu waktu sholat dan disholatkan. Tadi pagi kita beraktivitas, hakimahnya adalah menanti sholat dhuhur. Kemudian setelah Sholat Dhuhur, kita beraktivitas kembali, maka pada hakimahnya adalah kita sedang menanti Sholat Ashar. Dan seterusnya, dan seterusnya. Hidup kita di dunia hanya berkisar antara 60-70 tahun. Maka, manfaatkan hidup kita. Selama kita masih bisa sholat di belakang iman, maka sholatlah, sebelum kita disholatkan di depan imam. Selama kita bisa membaca Al-Qur’an, maka bacalah Al-Qur’an sebelum kita dibacakan Al-Qur’an dalam keadaan kaku (mati). Ketika kita mampu berangkat ke masjid, maka berangkatlah ke masjid, sebelum kita digotong orang ke masjid (meninggal dunia). Ketika kita mampu bersedekahlah, maka bersedekahlah, sebelum kita menyesal di alam kubur.

Kalau kita belum bisa berlomba dengan orang-orang sholeh, maka berlombalah untuk bertaubat kepada Allah. Jika kita tidak bisa berlomba dengan orang-orang berilmu, maka berlombalah untuk belajar ilmu Allah. Jangan khawatir dengan hidup ini selama tujuan kita adalah Allah .

Khutbah Jumat, 13 Maret 2020, Masjid Alumni IPB, Bogor.

Dua Jenis Penyakit

Semoga jamaah yang datang dalam Majelis Taklim Hidayatusalikin, mudah-mudahan diberangkatkan haji dan mati dalam khusnul khotimah. Apabila kalian melewati taman surga, maka mampirlah. Dimana itu, yaitu dalam majelis taklim. Ketika kita menghadiri majelis taklim, dan ketika itu kita mati dalam menghadiri majelis taklim, insyaallah kita mati dalam keadaan syahid. Kedua, jika seseorang datang ke Majelis Taklim untuk menghidupkan Islam, maka nanti matinya, sederajat dengan para Nabi.

Setan selalu menggoda manusia agar tidak menghadiri pengajian. Bisa dalam bentuk mendadak badan pegal-pegal, ngantuk, dsbg. Rintangan untuk hadir dalam majelis taklim sangat banyak. Oleh karena itu, jangan kalah dengan godaan setan. Jangan pernah tinggalkan waktu untuk datang ke Majelis Taklim.

Ada dua penyakit yang menyerang manusia, yaitu jasmani dan hati. Penyakit jasmani bisa dilihat dan jeritan sakitnya bida dirasakan. Ketika sakit jasmani kita, insyaallah sembuh dengan minum obat. Akan tetapi, obat penyakit hati tidak ada yang jual, karena obatnya hanya dengan mendekatkan diri kita kepada Allah.

Allah tidak akan menghukum manusia ketika manusia tersebut terkena penyakit jasmani. Orang tidak akan dihukum dikarenakan sakit diabetes, jantung dll. Barang siapa tertusuk duri merintih kesakitan, maka rintihan tersebut bisa jadi menggugurkan dosa-dosa. Sakit jasmani bisa menjadi pintu kesabaran dan ridho Allah, jika kita mengetahuinya. Lalu bagaimana dengan penyakit hati?

Penyakit hati, pertama, yaitu sombong. Sombong artinya merendahkan manusia lain dan menolak kebenaran sehingga apa yang dikatakan orang lain tidak diterima oleh mereka. Mahluk Allah yang sombong yaitu Iblis. Iblis tidak mau menghormati Nabi Adam. Iblis merasa dirinya lebih besar daripada Nabi Adam. Iblis merasa api lebih mulia daripada tanah, sehingga Iblis dikirim Allah ke Neraka. Tidak akan masuk surga, bagi orang yang memiliki kesombongan meskipun sebesar biji sawi.

Madu Yaman Premium Quality

Mahluk yang sombong tidak akan sukses di dunia dan akhirat. Firaun sombong karena menjadi raja. Firaun tidak pernah sakit, bahkan istrinya sampai 100 orang. Atas kesombongannya, Firaun bahkan merebus Siti Masithoh, pembantunya yang tidak mengakui bahwa Firaun adalah Tuhan, dia direbus oleh Firaun! Namun, Firaun ditenggelamkan Allah di laut. Sebagaimana budaya di sana, memang semua Raja Mesir, semuanya diawetkan. Namun, Allah membuat jasad firaun masih utuh, meskipun dia tenggelam di air laut. Bahkan sampai dengan saat ini, jasanya masih bisa dilihat sampai sekarang ini.

Orang sombong berikutnya adalah raja Namrud. Dia merasa bisa mematikan dan menghidupkan manusia, sebagaimana kemampuan Tuhan. Namun ketika Nabi Ibrahim menyampaikan bahwa Allah memunculkan bulan dan matahari, baru Raja Namrud tidak bisa menyangkal dan merasa kalah bicara. Atas kejadian itu, kemudian Raja Namrud membakar Nabi Ibrahim. Namun Allah memberi pertolongan melalui malaikat, kepada Nabi Ibrahim. Akhirnya apa? Raja Namrud mati karena serangga yang masuk melalui lubanh hidungnya dan menggerogoti otaknya sampai mati.

Selanjutnya, manusia menyombongkan diri atas ciptaannya, yaitu kapal Titanic yang sangat besar. Mereka bilang, Tuhan-pun tidak akan bisa menenggelamkan kapal itu. Namun apa? Kapal tersebut hancur dan tenggelam hanya dikarenakan menabrak bongkahan es.

Ketika dewasa ini, tidak ada yang bisa mengalahkan China yang merasa dirinya besar, namun apa? Ketika China diberikan wabah berupa virus di Wuhan, apa yang terjadi? Ekonomi China hancur seketika. Musibah datang, karena kesombongan manusia. Oleh karena itu, ketika kita rajin mengaji, jangan sombong! Jika kita bisa berangkat haji, jangan sombong! Karena apa? Orang sombong akan dihancurkan Allah.

Keripik Singkong, Enak!

Kedua, penyakit riya’ yaitu ingin dilihat orang lain. Penyakit ini sekarang ini merebak di masyarakat. Lihatlah, banyak sekali orang yang mengunggah status. Status lagi tahajud, status lagi thowaf, status lagi pengajian. Kita boleh-boleh saja mempublikasikan acara/kegiatan, namun ingat, niat kita hanya untuk Allah. Jangan sekali-kali kita riya yang justru bisa menghapus pahala atas kebaikan yang kita lakukan.

Ketika kita memberikan sumbangan untuk membangun masjid, tidak perlu ada orang lain yang mengetahuinya. Kenapa amalan kita harus terlihat dan diakui oleh manusia lain? Belajarlah dari sekarang, cara-cara menyembunyikan amal kita.

Ketiga, yaitu penyakit thulul amal. Secara bahasa, artinya angan-angan panjang. Secara difininsi, thulul Amal yaitu merasa dirinya lama hidup di dunia, sehingga menjadikannya rakus dunia dan lupa akhirat. Tidak ada yang tahu tentang kapan kematian manusia. Mati itu datangnya tiba-tiba. Bila datang ajal, tidak ada seorang pun yang bisa memperlambat dan mempercepatnya. Kematian tidak memandang umur. Rata-rata umat Rosulullah, berusia maksimal 60-70 tahun.

Jenderal bintang lima pun meninggal. Apalagi hansip. Ustadz pun meninggal, artis pun meninggal. Banyak orang yang sedang tertawa-tawa, ternyata sudah dipanggil (meninggal dunia) setelahnya. Kuburan boleh berbeda, meskipun mahal harganya, tapi apa yang terjadi di alam kubur tetap sama saja. Kuburan yang harganya ratusan juta bahkan milayan, Malaikatnya sama. Tetapi ketika orang yang meninggal tersebut adalah orang yang sholeh, maka dia akan merasakan di alam kubur seperti tidurnya seorang pengantin. Yaitu, tidak terasa, alias hanya sebentar saja.

Scan Me

Siapkan hidup kita! Jangan tunda kebaikan dan Amal shalih. Perisapkan bekal dengan bersedekah. Wah, Pak Ustadz, kondisi saya masih miskin. Ketika kita tidak memiliki banyak uang, justru sedekah akan meningkatkan uang kita. Bayanhkan, ketika kita makan-makan bersama keluarga, bisa jadi habis 200 ribu. Tapi ketika ada anak pengemis yang jualan tisu yang hanya seharga 5 ribu, malah kita usir-usir.

Sayangilah harta kita di dunia ini. Bawalah harta kita ketika kita mati. Bagaimana caranya? Bagaimana kita bisa membawa harta kita, ketika kita sudah mati? Yaitu dengan menyedekahkannya atau mewakafkannya. Ketika ada kotak amal, dan di dompet kita punya uang 110 ribu, berapa uang yang kita berikan? Paling yang dimasukkan yang 10 ribu! Ketika kita punya uang 215 ribu, berapa yang kita sedekahkan? Ping yang dimasukkan ke kotak amal hanya 5 ribu! Berapa uang yang kita masukkan ke kotak amal, ketika uang di dompet kita 302 ribu? Receh 2 ribuan? Lalu bagaimana ketika di dompet ada uang 500 ribu dan 500 rupiah? Masyaallah. Bahkan ketika mau kencing pun, kita bayar 2 ribu. Tapi ketika beramal, dan mengharap surga, kita cuma memberikan 500 rupiah saja? (Geleng-geleng kepala).

Bagi orang yang memiliki banyak rumah, wakafkanlah salah satu rumahnya untum majelis taklim, masjid atau untuk pengembangan Islam, supaya rumah kita tersrbut bisa menjadi ladang amal kita kelak di akhirat. Belilah Al-Qur’an untuk diwakafkan. Insyaallah Al-Qur’an yang diwakafkan akan memberikan pahala kepada kita meskipun kita sedang dalam keadaan tidur.

Semoga kita diberikan kesehatan jasmani dan hati. Aamiin.

Pengajian rutin bulanan – Majelis Taklim Hidayatusalikin, 7 Maret 2020.

Disunting oleh: Khoirul Mampe

Teguhkan Komitmen Awal!

Marilah kita meneguhkan komitmen keimanan kita dengan meningkatkan takwa dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan dan menjalankan muhasabah sebagai manusia untuk senantiasa taat kepada Allah. Seiring dengan waktu, bisa jadi komitmen itu tergeser. Maka momentum Jumat ini mengingatkan kita atas komitmen kita sebelumnya. Kita diciptakan dengan akal dan nafsu. Dan nafsulah yang menggeser komitemen kita selama ini. Setiap anak Adam berpotensi berbuat salah. Sebaik-baiknya orang yang bersalah adalah orang yang memegang komitmen untuk kembali pada track komitmen awal.

Bisa jadi, kita tidak menyadari bahwa usia kita semakin hari semakin bertambah, yang dalam siklus kehidupan kita artinya mendekati kematian. Kematian adalah keniscayaan, namun tidak semua orang menyadari bahwa semua orang akan mati. Dalam islam, kematian adalah awal kehidupan selanjutnya. Posisi kita yang sempurna di dunia ini, jabatan kita yang tinggi, penghasilan kits yang berlimpah, akan menjadi nol kembali ketika kita mati.

Nikmat yang kita rasakan sering Kali justru menggelincirkan kita. Penyesalan selalu datang terlambat dan tidak berguna ketika kita telah kehilangam nikmat. Ada fase dimana, kita diberi kesempatan oleh Allah namun kita sia-siakan. Yaitu kesehatan kita yang tidak kita jaga dengan baik.

Madu Yaman Asli

Nikmat kesehatan sangat mahal. Sadarilah bahwa kesehatan adalah hal yang penting, bahkan Kemenkes juga selalu mempetingatkan kita akan kesehatan. Tapi kadang kala karena pergaulan dan mode kekinian, justru kita terjerumus dengan menggunakan zat-zat yang dilarang Negara. Jika kita tahu apa yang kita gunakan/konsumsi adalah dilarang dan merudak kesehatan, hendaknya kita menjauhinya. Hal ini bukan untuk kepentingan Allah, tapi untuk kepentingan manusia dan individu. Ketika Allah mengharamkan narkotika, zina, korupsi dll, kadang kita lupa bahwa larangan tersebut adalah karena ada nafsu dalam diri kita.

Lakukanlah introspeksi atas lima hal sebelum lima hal. Bisa jadi, baru kemarin kita selesai kuliah, atau naik jabatan. Tapi tiba-tiba sudah dimutasi kerja, punya anak, anak kita sudah lulis kuliah dst-dst. Siklus kita semua sama yaitu 24 jam, yang menbedakan adalah bagaimana orang bisa mengoptimalkan waktu mereka.

Ada yang bilang hidup dimulai sejak usia 40 tahun. Ketika usia tersebut, kita mulai mempersiapkan anak-anak muda (keturunan) dengan memberi nafkah dan rizki yang baik. Memberi teladan dan nama yang baik. Memberi pendidikan karakter yang baik. Dan jangan kita memberikan makan anak kita kecuali dengan makanan halal dan toyyib. Setinggi atau sebanyak apapun nafkah yang kita berikan, tetapi ketika nafkah tersebut haram, maka Neraka baginya.

Kayamu sebelum fakirmu. Jangan disimplifikasi pengertian kaya adalah memperoleh pendapatan lebih. Namun kaya harusnya dinilai dari ketidakbutuhan. Bisa jadi secara materi banyak, namun orang tersebut membutuhkan pengeluaran yang lebih banyak lagi. Hal ini berbeda dengan orang yang memiliki harta pas-pasan, namun dia tidak butuh renovasi rumah yang bocor, ban kempes dll. Rizqi bisa berasal dari tidak adanya musibah, kebutuhan yang meningkat dll.

Sehat sebelum sakit. Hari ini bisa jadi kita sehat. Ketika nikmat kesehatan dicabut, maka kita baru merasakan pentingnya kesehatan. Syukuri kesehatan dengan meningkatkan keimanan kita dan memastikan bahwa tangan kita, aktivitas kita, langkah kita, keberadaan kita, bermanfaat untuk sesama dan tidak mendholimi hak orang lain yang berhubungan dengan kita.

Hidup sebelum mati. Alhamdulillah kita masih diberikan hidup. Pada ssat kita dilantik dalam sebuah jabatan baru, maka hal itu adalah amanah untuk kemaslahatan. Jangan menunda sesuatu, karena bisa jadi hari ini kita akan meninggal dunia. Tunaikanlah kewajiban yang nenuntut kesegeraan, yaitu haji. Segeralah daftar, walaupun antriannya sampai 20 tahun. Minimal dengan sudah mendaftarkan diri untuk berangkat haji, maka kita sudah menunaikan ikhtiar.

Jangan tunda. Hari ini banyak ditampakkan bagaimana kehidupan yang penuh kesejahteraan, namun dengan kekuasaan Allah, harta tersebut hilang dalam sekejap. Orang yang fisiknya gagah, tiba-tiba diambil oleh Allah dengan mati tanpa sakit. Hanya orang yang arif dan memperoleh hidayah-lah yang akan memperoleh barokah.

Khutbah Jumat Masjid An-Nur Plaza Mandiri, 21 Februari 2020.

Penyunting: Khoirul Mampe

Subhat dan Sahwat

Alhamdulillah kita bisa menunaikan ibadah sholat Dhuhur berjamaah di Masjid Ar-Rayyan Kementerian BUMN. Mari mengisi waktu kita dengan membahas mengenai ‘Mensucikan Jiwa’.

Mensucikan jiwa artinya disucikan dari apa? Secara garis besar, mensucikan jiwa artinya kita bersihkan diri dari subhat dan sahwat. Sebagian ulama mengatakan manusia terbaik adalah seseorang yang sahwatnya tidak merusak agamanya dan subhatnya tidak menggelincirkan keyakinannya. Mensucikan jiwa artinya mengamankan sahwat dan membersihkan subhat.

Penyakit subhat yaitu sesuatu yang masuk dalam hati, menghalangi hati dalam menyingkap dan mengungkap kebenaran. Akibatnya, hati manusia tidak mengenali kebenaran. Subhat inilah yang menutup mata hati manusia. Kotoran subhat ada dua yaitu subhat dalam berinteraksi dengan Allah (akidah dan ibadah) dan subhat dalam berinteraksi dengan manusia (melebih-lebihkan dan memburuk-burukkan manusia lain).

Subhat akidah yaitu munculnya keraguan atas hal-hal yang diimani dan diyakini. Begitu orang Salah mempersepsi kalam Allah, maka mereka melakukan kesalahan. Hal-hal ghaib yang dipersepsi akan menjadi pemikiran yang tidak sesuai dan merubah perilaku seseorang. Hal seperti ini jika diikuti terus menerus, maka perilaku kita akan menyimpang .

Subhat dalam ibadah artinya enggan beribadah dan memiliki perilaku was-was. Was-was menjadi penyakit yang umumnya mempengaruhi manusia. Bahkan, penyakit was-was bisa merubah perilaku seorang manusia. Sampai-sampai ada orang yang setiap hari was-was air air yang digunakannya untuk wudhu, mengandung najis. Penyakit was-was ini harus dibuang jauh-jauh, supaya kita tidak menjadi gila.

Subhat dalam berinteraksi dengan manusia, terbagi menjadi dua, yaitu subhat melebih-lebihkan manusia dan memburuk-burukkan manusia. Pada zaman antara Nabi Adam dan Nabi Nuh, ada manusia yang selalu menginspirasi manusia lainnya. Setiap ada orang yang melihatnya, maka orang tersebut akan terinspirasi dan tergerak untuk beribadah. Namun, setelah inspirator tersebut meninggal, maka setan pun membisiki manusia supaya mereka membuat patung manusia tersebut untuk mengingatkan mereka kepada sang inspirator tersebut. Bukan untuk disembah, namun hanya sekedar untuk mengingatkan beribadah. Waktu berlalu dan generasi tersebut berganti. Selanjutnya, generasi berikutnya pun dibisiki setan untuk mengagumi patung orang tersebut. Seterusnya, seterusnya dan seterusnya sampai dengan generasi manusia menyembah patung tersebut.

Subhat memburuk-burukan manusia. Subhat ini mengembangkan kata ‘jagan-jangan’ sehingga terbangun ketidakpercayaan kepada manusia lainnya.

Secara umum, sahwat adalah mendahulukan nafsu. Sahwat terbagi menjadi dua, yaitu sahwat kasat mata dan tidak kasat mata (jabatan, popularitas, aktualisasi dendam dan emosi). Sahwat dan subhat sama-sama berbahaya, namun subhat lebih berbahaya daripada sahwat. Karena subhat menganggap dirinya paling benar dan orang lain selalu salah. Lalu, bagaimana jika subhat dan sahwat menjadi satu?

Dalam pertemuan berikutnya akan dijelaskan secara detil dan bagaimana menghindari subhat dan sahwat. Semoga Allah menjauhkan kita dari subhat dan sahwat.

Kajian Ba’da Dhuhur di Masjid Ar-Rayyan Kementerian BUMN.

Didukung oleh: fasicha.com

Jadilah Sperti Pohon Kurma

Marilah bersama sama meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan dengan sebenar-benarnya. Melaksanakan semua yang diperintahkan dan menjauhui semua yang dilarang Allah. Insyaallah Kita akan menjadi hamba Allah yang berbahagia dunia dan akhirat.

Apakah kita tidak melihat bagaimana Allah memberikan perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik. Pohon itu akarnya kuat, menghujam ke bumi. Cabangnya menjulang ke langit. Dan pohon itu berbuah setiap musim dengan seijin Tuhannya. Allah memberi perumpamaan itu (pohon) untuk manusia agar kita ingat kepada Allah. Para ulama tafsir memberikan penjelasan bahwa makna kalimat toyibah adalah ashadualla ilaha illallah. Kebaikan yang kita lakukan dan orang yang memiliki keimanan yang tinggi, seperti pohon yang baik. Makna pohon ini adalah seperti pohon kurma. Akarnya kuat. Orang beriman yang sudah mengucapkan syahadad, maka tertancap keimanan yang kokoh. Hidup dan mati kita adalah untuk menguji amal kita. Cabangnya menjulang ke langit. Amalnya orang beriman akan diangkat ke langit oleh Allah. Terlebih di hari Jumat, terlebih kepada orang yang menjalankan ibadah sholat Jumat berjamaah dan meninggalkan urusan dunia mereka. Pohon itu berbuah setiap musim. Orang yang beriman, maka ucapannya akan baik, pendengarannya baik, penglihatannya baik. Semakin dia berbuat baik, maka dia akan semakin ingin bertambah berbuat baik lagi dan lagi.

Ada delapan perkara yang tidak akab puas dengan delapan perkara. Diantaranya yaitu, mata tidak akan puas melihat. Mata harus dijaga sehingga Allah ridho kepada kita.

Selanjutnya, bumi tidak akan puas dengan air hujam. Bumi dan hujan diartikan sebagai jiwa dan nasihat. Bumi yang tandus akan lembut dan subur dengan air hujan. Lalu, nasihat seperi apa yang melembutkan hati kita? Yaitu agama. Agama merupakan nasihat untuk Allah, Kitab, Rosul, Pemimpin otang-orang beriman dan orang di kalamgan mereka. Agama merupakan timbangan ketika kita akan berbuat sesuatu, maka insyaallah kita akan menerima ridho Allah.

Jadilah orang beriman yang kokoh seperti pohon kurma. Semua perbuatan kita harus memberikan manfaat untuk banyak orang.

Khutbah Jumat di Hotel Mercure Ancol, Jumat, 7 Februari 2020.